katanya. Angka yang gak main-main, kan?
Namun begitu, kenapa cuma sehari? Purbaya punya alasannya sendiri. Katanya, ini soal menjaga keseimbangan. Antara fleksibilitas kerja dan produktivitas yang harus tetap dijaga. Kalau kebanyakan WFH, dikhawatirkan malah bikin kerjaan terbengkalai.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya, WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,”
ujar Purbaya, menyiratkan bahwa kerja tatap muka tetap punya nilai yang gak tergantikan. Jadi, skemanya memang cuma satu hari. Cukup buat berhemat, tapi juga gak mengganggu ritme kerja secara keseluruhan.
Rencana ini tentu bakal jadi perhatian banyak pihak. Apalagi buat para komuter yang sehari-hari menghadapi macet dan boros BBM. Tunggu saja aturan resminya keluar setelah Lebaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Rencanakan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat BBM
20.000 Pelaut Terjebak di Teluk Persia Akibat Blokade Selat Hormuz
Polri Imbau Warga Manfaatkan WFA untuk Antisipasi Macet Arus Balik Lebaran
Pemerintah Siapkan Aturan WFH untuk Efisiensi BBM