Lalu lintas kapal di Selat Hormuz benar-benar macet total. Penyebabnya? Perang. Imbasnya, sekitar 20.000 pelaut kini terkatung-katung di perairan Teluk Persia, terperangkap di atas kapal mereka sendiri.
Kekhawatiran terbesar saat ini adalah soal pasokan logistik dasar. John Stawpert, Direktur International Chamber of Shipping (ICS) yang berbasis di London, mengonfirmasi hal itu. ICS sendiri bukan organisasi sembarangan; asosiasi ini mewakili kepentingan lebih dari 80 persen armada kapal dagang global.
"Ada 20.000 pelaut di atas 3.000 kapal dari berbagai jenis yang terjebak di Teluk Persia," ujar Stawpert, seperti dilansir AFP akhir pekan lalu.
Dia melanjutkan dengan nada was-was, "Kami telah mendapat beberapa laporan tentang pasokan bahan bakar minyak. Kami juga khawatir dengan kemampuan beberapa kapal tersebut untuk menghasilkan air minum."
Bayangkan saja, di tengah teriknya laut, ancaman kekurangan air bersih dan bahan bakar menjadi momok yang sangat nyata bagi para awak kapal.
Krisis ini berawal dari eskalasi konflik bersenjata. Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Langkah paling berdampak adalah pemblokiran total Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi minyak dunia.
Menghadapi situasi pelik ini, Stawpert menekankan perlunya kerja sama. "Kita perlu bekerja sama dengan negara-negara pemilik bendera kapal dan negara-negara regional untuk menemukan solusi yang memastikan kapal-kapal ini dapat dipasok kembali," paparnya.
Jadi, di balik hiruk-pikuk berita perang, ada puluhan ribu nyawa manusia yang menanti jalan keluar. Nasib mereka kini bergantung pada diplomasi dan kerja sama internasional yang mendesak.
Artikel Terkait
22.617 Warga Tinggalkan Jakarta Usai Lebaran, Hampir Dua Kali Lipat Jumlah Pendatang Baru
Pattynama Optimis Persija Kalahkan Persib di Laga El Clasico
Timnas Indonesia U-17 Tahan Gempuran China di Babak Pertama Piala Asia U-17
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB