McCartney Ungkap Rekonsiliasi dengan Lennon Lewat Obrolan Sehari-hari

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:00 WIB
McCartney Ungkap Rekonsiliasi dengan Lennon Lewat Obrolan Sehari-hari

Jakarta - Hubungan mereka sempat merenggang, bahkan sangat dingin. Itu terjadi setelah The Beatles bubar di tahun 1970. Tapi Paul McCartney baru-baru ini membuka kisah menyentuh soal bagaimana dirinya dan mendiang John Lennon akhirnya berdamai. Menjelang akhir hayat Lennon, hubungan mereka justru perlahan mencair.

Yang menarik, rekonsiliasi dua legenda musik ini tak datang dari pembicaraan besar atau kesepakatan bisnis. Tidak. Semua berawal dari hal-hal remeh-temeh dalam keseharian. Menurut McCartney, mereka kembali terhubung lewat obrolan ringan. Topiknya? Masak-memasak, resep, atau cerita seputar mengurus anak.

Hal-hal kecil itulah yang jadi jembatan. Menyembuhkan retakan lama yang ditinggalkan oleh berbagai konflik di masa lalu.

McCartney merasa, justru di titik itu hubungan mereka terasa lebih damai. "Dulu, tekanan sebagai musisi terkenal di seluruh dunia itu sangat besar," katanya. Kini, mereka cuma dua orang tua yang punya masalah serupa dalam kehidupan domestik. Kesamaan itulah yang mendekatkan mereka kembali.

Ia pun bersyukur. Damai itu sempat mereka raih sebelum segalanya berakhir.

John Lennon meninggal dunia pada 1980 setelah ditembak di New York. Tragedi itu tentu meninggalkan luka yang dalam bagi McCartney.

Namun begitu, kenangan tentang momen kebersamaan yang sederhana itu kini sangat berharga baginya. McCartney merasa beruntung. Hubungan mereka tidak berakhir dalam kebekuan atau kemarahan. Setidaknya, ada kehangatan yang sempat mereka bangun kembali.

Kisah ini, pada akhirnya, mengingatkan kita pada satu hal. Di balik status mereka sebagai ikon musik abadi, Paul dan John tetaplah manusia biasa. Dinamika persahabatan mereka penuh pasang surut: ada konflik, kecewa, tapi juga ada ruang untuk memaafkan dan kembali dekat. Dan seringkali, yang membawa kita kembali bersama justru hal-hal sederhana yang sering kita anggap sepele.

(ASA)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar