Pertumbuhan kredit perbankan ternyata melambat di bulan Februari lalu. Data Bank Indonesia menunjukkan angka 9,37 persen secara tahunan, turun sedikit dari capaian Januari yang berada di level 9,96 persen.
Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo melihat ada sisi positif. Kalau dirinci, kredit investasi justru melesat cukup tinggi, tumbuh lebih dari 20 persen. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi juga masih menunjukkan pertumbuhan, masing-masing di angka 3,88 persen dan 6,34 persen.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran,"
Ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/3). Pernyataan itu sekaligus menegaskan optimisme otoritas moneter.
Di sisi lain, BI mengakui masih ada pekerjaan rumah. Permintaan pembiayaan, misalnya, masih bisa ditingkatkan. Mereka mencatat, masih ada fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) dengan nilai fantastis: Rp2.536,40 triliun. Angka itu setara dengan hampir 23 persen dari plafon kredit yang sebenarnya tersedia.
Artikel Terkait
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026
Pemerintah Kaji Formasi ASN 2026 dengan Mempertimbangkan Kemampuan Fiskal
Pemerintah Cairkan Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025, Emas Perorangan Dapat Rp1 Miliar
Polres Tasikmalaya Siapkan Rest Area Terpadu dengan Klinik dan Wahana Anak untuk Pemudik