Lalu lintas di Selat Hormuz sempat benar-benar sepi. Sejak awal Maret, perairan strategis itu lumpuh oleh ketegangan bahkan peperangan terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Tapi belakangan, ada sedikit tanda kehidupan. Setidaknya empat kapal dilaporkan berhasil melintas. Menariknya, mereka disebut-sebut sudah dapat izin dari Iran terlebih dahulu.
Menurut konsultan risiko maritim EOS Risk Group, dalam beberapa hari terakhir memang ada beberapa kapal yang berhasil keluar Teluk via selat itu. Namun begitu, rute yang mereka ambil tidak biasa. Alih-alih melewati jalur normal di sisi selatan yang lebih dekat ke Oman, keempat kapal itu berlayar di antara pulau Larak dan Qeshm, wilayah yang jelas-jelas dikendalikan Iran.
Martin Kelly, Kepala Penasihat EOS Risk Group, punya penafsiran atas pola ini.
“Kita mungkin sedang menyaksikan dimulainya proses verifikasi oleh Iran,” ujarnya.
Menurut Kelly, rute tak biasa itu mengindikasikan bahwa Iran memeriksa kapal-kapal tersebut sebelum mengizinkan mereka melanjutkan perjalanan. “Kapal-kapal mendapatkan persetujuan untuk keluar dari Teluk melalui saluran Larak-Qeshm, kemungkinan untuk verifikasi kepemilikan, tujuan, dan muatan," katanya lagi.
Salah satu kapal yang menarik perhatian adalah tanker Aframax berbendera Pakistan, Karachi. Kapal sepanjang 237 meter itu mengangkut minyak mentah Das dari Abu Dhabi. Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, pada 15 Maret kapal itu memasuki Zona Ekonomi Eksklusif Iran, melintasi selat, dan kemudian muncul di Teluk Oman dengan kecepatan jelajah.
Artikel Terkait
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tasikmalaya Capai 35.000 Kendaraan dalam Dua Hari
ASDP Geram, Calo Tiket Masih Berkeliaran Meski Sistem Penjualan Sudah Online
Presiden Prabowo Kirim Bantuan Alat Ibadah dan Sandang untuk Korban Banjir Bireuen