Gencatan Senjata Gaza Tak Hentikan Daftar Korban, Tewas Tembus 70 Ribu Jiwa

- Rabu, 17 Desember 2025 | 19:25 WIB
Gencatan Senjata Gaza Tak Hentikan Daftar Korban, Tewas Tembus 70 Ribu Jiwa

Gaza (SI Online)

Gencatan senjata sudah diumumkan, tapi daftar korban di Gaza ternyata belum berhenti bertambah. Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi hal itu. Situasinya tetap suram.

Menurut data yang dirilis Selasa lalu, angka kematian sejak awal konflik pada 7 Oktober 2023 sudah mencapai 70.665 jiwa. Penderitaan warga sipil, dalam bayang-bayang kehancuran yang masif, terus saja berlanjut. Krisis kemanusiaan ini seakan tak ada ujungnya.

“Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit kami masih menerima korban,” begitu bunyi pernyataan resmi Kementerian Kesehatan pada Senin (15/12). Dua warga yang gugur dan enam jenazah lainnya masuk ke fasilitas kesehatan yang sudah kelebihan beban. Kejadian ini sekaligus menggambarkan betapa rapuhnya kondisi di wilayah terkepung itu. Gencatan senjata pun terasa sangat rentan.

Faktanya, sejak kesepakatan damai mulai berlaku tanggal 11 Oktober, tercatat sudah 393 orang tewas dan lebih dari seribu lainnya luka-luka. Angka yang memilukan. Belum lagi 632 jenazah yang berhasil dievakuasi dari bawah puing-puing rumah. Reruntuhan itu sendiri adalah bukti nyata skala serangan yang menghantam permukiman warga.

Kementerian Kesehatan Gaza dengan tegas menyebut situasi ini sebagai genosida yang masih berlangsung. Total korban, seperti disebutkan tadi, 70.665 tewas dan 171.145 luka-luka. Namun, mereka mengingatkan, angka itu belum final. Masih banyak korban diduga tertimbun reruntuhan atau bahkan tergeletak di jalanan. Tim penyelamat sulit menjangkau mereka karena infrastruktur hancur dan peralatan yang terbatas.

Yang paling menyayat hati, mayoritas dari mereka yang menjadi korban adalah anak-anak dan perempuan. Fakta ini terus memicu kecaman dari berbagai penjuru dunia terhadap operasi militer Israel. Di sisi lain, kerusakan yang ditimbulkan sungguh parah. PBB memperkirakan kerugian material mencapai sekitar 70 miliar dolar AS angka fantastis untuk wilayah yang sudah lama terpuruk.

Di tengah semua ini, otoritas Gaza juga menuding Israel melanggar kesepakatan. Pasokan makanan dan obat-obatan yang vital masih dihambat masuk. Akibatnya, kondisi 2,4 juta warga Palestina di Gaza semakin mengenaskan. Kementerian menyebutnya sebagai kondisi bencana: kelaparan, layanan kesehatan yang kolaps, dan penderitaan yang makin hari makin menjadi.

[]

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar