ASDP Geram, Calo Tiket Masih Berkeliaran Meski Sistem Penjualan Sudah Online

- Selasa, 17 Maret 2026 | 12:20 WIB
ASDP Geram, Calo Tiket Masih Berkeliaran Meski Sistem Penjualan Sudah Online

Masih ada saja calo tiket berkeliaran di sekitar pelabuhan. Hal ini membuat jengkel PT ASDP Indonesia Ferry, yang merasa nama baiknya terusik. Padahal, perusahaan sudah lama beralih ke sistem penjualan online.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengaku kerap dapat laporan penumpang soal harga tiket yang membengkak. Padahal, menurutnya, harga resmi yang mereka tetapkan relatif murah dan bisa diakses lewat website atau aplikasi Ferizy.

“ASDP itu menjual tiket secara online. Jadi, saya rasa semestinya tidak ada tiket-tiket yang lebih mahal dibandingkan dengan tiket yang asli kita jual,” tegas Heru, Senin (16/3/2026).

“Kecuali kalau mereka membeli tiketnya melalui agen atau melalui calo,” tambahnya.

Soal kerugian materi, Heru mengaku belum punya angka pastinya. Tapi yang jelas, dampak terhadap reputasi perusahaan jauh lebih mengkhawatirkan. Bayangkan saja, selama enam tahun terakhir ASDP membangun kepercayaan dengan sistem online, tapi kini citra itu ternoda oleh aksi calo.

“Yang pasti adalah bahwa kerugian kami adalah reputasi dan nama baik,” ungkapnya. “Ternyata masih ada calo yang beroperasi, tentu merugikan reputasi kami.”

Di sisi lain, Heru menegaskan bahwa harga tiket resmi ASDP sebenarnya sudah sangat terjangkau. Ada dua alasan utama. Pertama, harganya memang sudah ditekan di luar masa angkutan Lebaran. Kedua, dan ini yang penting, tiket itu mendapat subsidi pemerintah.

“Kemudian yang kedua, kami melalui pemerintah ini juga mendapatkan stimulus dari pemerintah itu sebesar 21,9 persen,” paparnya.

Lantas, apa yang akan dilakukan? Heru menyebut langkah penindakan serius sedang disiapkan. Mereka tak akan tinggal diam membiarkan calo menggerogoti kepercayaan penumpang.

“Tentunya kami juga melakukan tindakan. Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian dan penegak hukum akan menindak para calo yang kemudian masih beroperasi di wilayah pelabuhan,” pungkas Heru.

Jadi, pesannya jelas: masyarakat sebaiknya membeli tiket langsung melalui kanal resmi. Agar tak terjebak harga selangit dan perjalanan tetap lancar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar