Masih ada saja calo tiket berkeliaran di sekitar pelabuhan. Hal ini membuat jengkel PT ASDP Indonesia Ferry, yang merasa nama baiknya terusik. Padahal, perusahaan sudah lama beralih ke sistem penjualan online.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengaku kerap dapat laporan penumpang soal harga tiket yang membengkak. Padahal, menurutnya, harga resmi yang mereka tetapkan relatif murah dan bisa diakses lewat website atau aplikasi Ferizy.
“ASDP itu menjual tiket secara online. Jadi, saya rasa semestinya tidak ada tiket-tiket yang lebih mahal dibandingkan dengan tiket yang asli kita jual,” tegas Heru, Senin (16/3/2026).
“Kecuali kalau mereka membeli tiketnya melalui agen atau melalui calo,” tambahnya.
Soal kerugian materi, Heru mengaku belum punya angka pastinya. Tapi yang jelas, dampak terhadap reputasi perusahaan jauh lebih mengkhawatirkan. Bayangkan saja, selama enam tahun terakhir ASDP membangun kepercayaan dengan sistem online, tapi kini citra itu ternoda oleh aksi calo.
“Yang pasti adalah bahwa kerugian kami adalah reputasi dan nama baik,” ungkapnya. “Ternyata masih ada calo yang beroperasi, tentu merugikan reputasi kami.”
Artikel Terkait
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tasikmalaya Capai 35.000 Kendaraan dalam Dua Hari
Presiden Prabowo Kirim Bantuan Alat Ibadah dan Sandang untuk Korban Banjir Bireuen