Pemerintah didorong untuk segera mempercepat langkah menuju kemandirian industri farmasi dalam negeri, menyusul potensi lonjakan harga obat-obatan di pasar domestik yang kian mengkhawatirkan.
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 15 Juni 2026, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebagai pendorong utama bagi kemandirian sektor farmasi nasional. “Karena itu, momentum ini harus menjadi dorongan untuk mempercepat kemandirian industri farmasi dalam negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui bahwa industri farmasi nasional tengah menghadapi tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir. Penyebab utamanya adalah mayoritas bahan baku obat masih dipasok dari luar negeri. Guna mengantisipasi krisis, BPOM kini tengah menyiapkan relaksasi kebijakan serta diversifikasi suplai bahan baku.
Meski mengapresiasi langkah cepat BPOM dalam mendampingi industri farmasi mencari alternatif suplai, Netty menilai kebijakan tersebut hanya bersifat mitigasi jangka pendek. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki strategi makro yang lebih fundamental untuk jangka panjang.
“Persoalan yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi titik lemah sistem farmasi nasional,” kata Netty.
Dia menilai, untuk memutus rantai ketergantungan impor, pemerintah wajib memperkuat ekosistem industri bahan baku obat nasional dari hulu ke hilir. Langkah ini mencakup penguatan sektor riset, pemenuhan iklim investasi yang kondusif, pemberian insentif bagi pelaku industri, hingga penguatan kolaborasi sinergis antara lini pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, serta sektor swasta.
“Ketahanan kesehatan nasional tidak hanya ditentukan oleh jumlah rumah sakit atau tenaga kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan negara menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi rakyat,” jelas Netty.
Artikel Terkait
Jabar Gandeng 751 Sekolah Swasta untuk Tampung 78 Ribu Siswa Tak Tertampung di Negeri
Trump Umumkan Kapal Mulai Keluar dari Selat Hormuz setelah AS-Iran Capai Kesepakatan Damai
Megawati Bantah Hubungan dengan Prabowo Memburuk, Tegaskan Keduanya Bersahabat
Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H: Momentum Hijrah untuk Perkuat Persatuan dan Jaga Harmoni Bangsa