Menjelang Lebaran, tradisi menukar uang jadi ritual wajib. Nah, Bank Indonesia baru saja merilis data yang cukup mencengangkan. Tercatat, hingga tanggal 13 Maret, sudah lebih dari 1 juta orang tepatnya 1.076.282 yang melakukan penukaran uang secara resmi. Angkanya meledak dibanding tahun lalu, naik drastis sampai 85,4 persen. Bayangkan, periode sama tahun 2025 lalu 'cuma' 580.496 orang.
Lonjakan ini tentu tak bisa dianggap sepele. Menanggapi hal itu, BI pun bergerak cepat. Mereka memperluas titik layanan penukaran, dari awalnya 5.202 lokasi menjadi hampir dua kali lipat: 9.294 titik tersebar di seluruh Indonesia.
“Sehingga akses masyarakat terhadap layanan penukaran semakin luas dan mudah,”
Demikian penjelasan Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh Anwar Bashori, dalam rilis resminya pada Senin (16/3/2026).
Namun begitu, BI tampaknya belum puas. Mereka tahu mobilitas jelang mudik sangat tinggi dan kebutuhan akan uang pecahan kecil untuk THR mendesak. Maka, digelarlah program tambahan bertajuk "SERAMBI Peduli Mudik" selama dua hari, 16-17 Maret. Program ini menyasar 55 titik strategis seperti bandara, stasiun, terminal, bahkan sampai rest area. Kuotanya sekitar 11.900 paket penukaran khusus.
Intinya, BI menjamin stok uang tunai, terutama rupiah, sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran kali ini. Mereka tak mau ada kelangkaan.
Artikel Terkait
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi
Pemudik Ramai Pilih Berangkat Malam untuk Hindari Panas dan Mokel
Kapolri Tinjau Langsung Kesiapan Mudik di Gerbang Tol Kalikangkung