“BI memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai melalui berbagai kanal layanan resmi, baik kas keliling, layanan terpadu, maupun perbankan,”
tegas Anwar lagi.
Di sisi lain, ada fenomena yang selalu muncul tiap tahun: maraknya penukaran uang ilegal. BI kembali angkat bicara dan mengeluarkan peringatan keras. Masyarakat diminta menghindari jasa penukaran tidak resmi atau jual-beli uang di pinggir jalan. Alasannya jelas. Selain biasanya dikenai biaya tambahan yang ngoyo, risiko terbesar adalah uang palsu.
Anwar merinci bahayanya. Keaslian uang tidak terjamin, jumlahnya sering tidak akurat alias ada selisih hitung dan yang paling parah, tidak ada perlindungan hukum sama sekali. Modus penipuan finansial juga kerap mengintai di sini.
Jadi, imbauannya tetap sama. BI mengajak masyarakat untuk hanya menggunakan jalur resmi, baik melalui bank maupun kas keliling mereka. Tujuannya satu: memastikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi saat merayakan Idulfitri nanti. Lebih tenang, kan?
Artikel Terkait
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi
Pemudik Ramai Pilih Berangkat Malam untuk Hindari Panas dan Mokel
Kapolri Tinjau Langsung Kesiapan Mudik di Gerbang Tol Kalikangkung