Dari Teheran, peringatan keras dilayangkan. Iran secara resmi memperingatkan Uni Emirat Arab bahwa mereka tak akan segan menyerang fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di wilayah UEA. Alasannya? Negeri Teluk itu dianggap membiarkan wilayahnya dipakai AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Ancaman ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah respons langsung atas serangan AS di sekitar Pulau Kharg, yang terletak di Selat Hormuz yang strategis. AS disebut menyerang untuk memaksa Iran membuka blokade di jalur pelayaran minyak global itu.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengonfirmasi bahwa pesan peringatan telah sampai ke pihak UEA.
"Kami sudah sampaikan ke pimpinan UEA. Iran memandang ini sebagai hak yang sah untuk melindungi kedaulatan. Kami berhak menyerang lokasi peluncuran rudal AS di pelabuhan, plus pangkalan dan tempat perlindungan militer mereka yang tersebar di sejumlah kota UEA," ujar Zolfaghari.
Pernyataannya dikutip kantor berita Tasnim pada Minggu (15/3/2026).
Menurut Zolfaghari, sasaran AS ternyata lebih luas. Bukan cuma Kharg, tapi juga Abu Musa. Dia bahkan menyerukan warga UEA untuk menjauhi area pelabuhan dan zona di sekitar pangkalan militer AS, demi keselamatan mereka.
Artikel Terkait
Polisi Dugaan Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Lebih dari Dua Orang
Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz
Lebaran 2026: 459.570 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Puncak Arus Mudik Masih Menanti
Michael Bloomberg Kembali Jadi Filantrop AS Terbesar dengan Sumbangan Rp72 Triliun