Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Viral karena Keras Seperti Batu

- Minggu, 15 Maret 2026 | 09:55 WIB
Siomay Program Makan Bergizi Gratis di Nganjuk Viral karena Keras Seperti Batu

Heboh, sebuah video yang menunjukkan siomay dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nganjuk viral. Benda yang seharusnya lembut itu malah sekeras batu, sampai harus dipukul-pukul untuk dipecahkan. Tak ayal, kejadian ini langsung memicu gelombang komentar di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat jelas sebuah tangan sedang memukuli sesuatu berulang kali. Barulah setelah beberapa kali pukulan, benda itu akhirnya pecah. Yang bikin runyam, suara tawa beberapa perempuan terdengar jelas di latar belakang, seolah mengolok-olok keadaan.

“Gak ngatasi. Perjuangan arepe mangan MBG Iki. Iki digawe soko opo Iki,”

ucap salah satu suara di video itu, sambil tertawa.

Rupanya, siomay yang tak layak santap itu berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mojorembun, Rejoso, Nganjuk. Sebuah akun Instagram dengan gamblang menulis, “Siomay MBG di Mojorembun Rejoso keras seperti batu.” Ungkapan itu pun langsung menyebar bak angin.

Menanggapi hal ini, Judy Ernanto dari Satgas MBG Kabupaten Nganjuk membenarkan laporan yang masuk. Menurutnya, pihaknya langsung bergerak cepat begitu mendapat informasi. Peringatan keras sudah diberikan kepada pengelola dapur SPPG terkait agar lebih jeli menjaga kualitas hidangan untuk penerima manfaat.

“Ya itu sudah dua hari yang lalu ya. Memang benar itu,”

kata Judy saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3/2026).

Di sisi lain, Judy juga menyebut bahwa pengelola SPPG Mojorembun sudah mengambil langkah permintaan maaf. Permohonan maaf itu bahkan tidak disembunyikan, melainkan dipublikasikan secara terbuka di platform media sosial mereka.

“Benar, itu surat dari Kepala SPPG Nganjuk Mojorembun. Sudah diposting juga di akun TikTok-nya,”

tandasnya menegaskan.

Jadi, meski awalnya berbuah cibiran, insiden siomay sekeras batu ini setidaknya diakhiri dengan respons yang cepat dan permintaan maaf secara terbuka. Tinggal menunggu tindak lanjutnya saja, apakah kualitas penyajian betul-betul akan membaik ke depannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar