Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz

- Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB
Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz

Sejak konflik di Timur Tengah meledak, guncangan ekonomi langsung terasa. Negara-negara Arab di kawasan Teluk, menurut perkiraan terbaru, sudah kehilangan pendapatan minyak dan gas yang fantastis: sekitar 15,1 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, angkanya mencapai Rp256 triliun. Sungguh, kerugian yang luar biasa besar.

Angka itu datang dari analis komoditas Kpler, seperti dilaporkan Oilprice akhir pekan lalu. Inti masalahnya ada di Selat Hormuz. Jalur air vital itu praktis tutup, memutus aliran komoditas energi.

Bayangkan, jutaan barel minyak mentah dan produk olahan tiap harinya terhambat. Belum lagi pasokan gas alam cair global, sekitar seperlimanya, ikut mandek. Efek domino dari penutupan ini langsung menghantam kas negara-negara produsen.

Rinciannya begini: sejak perang AS dan Israel dengan Iran berkecamuk, kerugian harian mereka mencapai 1,2 miliar dolar. Setiap hari. Qatar, misalnya, terpaksa menghentikan operasi di Ras Laffan kompleks pencairan gas terbesar di dunia dan mengirimkan pemberitahuan "force majeure" kepada para pembelinya. Situasinya darurat.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar