Lalu bagaimana dengan BBM? Di sinilah rencana cadangan muncul. Pemerintah mengaku sudah menyiapkan skenario, termasuk mempercepat penggunaan energi alternatif. Bioetanol dan biofuel, yang sumber dayanya melimpah di dalam negeri, disebut-sebut sebagai pengganti. "Untuk BBM, sebenarnya kita sudah memiliki rencana-rencana, dan ini akan kita akselerasi," tutur Prabowo.
Meski punya rencana, sikapnya tetap realistis. Dia tak menutup mata bahwa situasi global bisa berlarut-larut. Karena itulah, opsi penghematan konsumsi BBM di masyarakat juga ada di atas meja. Ini langkah antisipatif, sekaligus pengingat bahwa rasa aman hari ini bukan jaminan untuk besok.
"Tentunya kita juga harus melakukan langkah-langkah proaktif. Artinya, kita perlu melakukan penghematan konsumsi BBM," jelasnya.
Nada bicaranya tegas tapi tenang. Seolah ingin menyampaikan bahwa badai memang mungkin datang, tapi persiapan sudah dilakukan. Mulai dari menjaga defisit, mengamankan pangan, hingga bersiap beralih energi. Semua dikerjakan agar negara tak terjebak dalam ketergantungan yang berisiko.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
Menteri ESDM Ungkap Dua Kapal Minyak RI Nyaris Ditarik Kembali Trader
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat