Suasana di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, mulai berubah sejak pagi tadi. Sabtu (14/3/2026) itu, gelombang pemudik yang mengendarai sepeda motor terlihat berdatangan silih berganti. Mereka semua punya tujuan yang sama: menyeberang ke Sumatra.
Antrean kendaraan roda dua mulai memanjang, merayap pelan memasuki area pelabuhan. Mayoritas pelat nomornya berasal dari kawasan Jabodetabek, jelas-jelas menunjukkan asal mereka. Barang bawaan dibawa dengan segala cara; ada yang sekadar tas ransel, tak sedikit pula yang membawa bungkusan besar diikat erat di jok belakang.
Di tengah kerumunan itu, suara dari pengeras suara sesekali terdengar memecah kesibukan.
"Tolong mesin dimatikan, karena polusi dapat mengganggu kesehatan, apalagi anak-anak,"
Imbauan petugas itu rupanya cukup didengar. Satu per satu, pemudik yang awalnya membiarkan mesin menyala mulai mematikan kendaraan mereka. Mereka kemudian menunggu dengan sabar, sambil mencari tempat berteduh di posko atau warung tenda yang berjejer di pinggir area.
Menariknya, di pelabuhan ini pemudik juga bisa memanfaatkan fasilitas toilet gratis. Sedikit kenyamanan di tengah perjalanan yang melelahkan.
Memang, Pelabuhan Ciwandan sengaja difungsikan untuk menampung arus mudik sepeda motor dan truk kecil. Kapasitasnya tak main-main: bisa menampung sekitar 4.800 motor. Untuk mengatur antrean, disediakan 12 lajur khusus agar semuanya berjalan tertib.
Lambat laun, pelabuhan yang biasanya lebih sepi ini pun dipadati oleh cerita dan harapan para pemudik yang ingin cepat sampai ke rumah.
Artikel Terkait
Puan Maharani Desak Perbaikan Sistem Keselamatan Perkeretaapian Usai Tabrakan Beruntun di Bekasi
Dua Tersangka Baru di Kasus Korupsi Desa Muba, Termasuk Staf Ahli Bupati dan Advokat
Bayi Diduga Dianiaya Pengasuh di Daycare Banda Aceh, Polisi Amankan Pelaku
Human Initiative Luncurkan Flash Sale Qurban Rp1,7 Juta per Bagian Sapi, Fokus ke Indonesia Timur dan Afrika