Prabowo Pacu Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Target Nol Kemiskinan Ekstrem

- Kamis, 20 November 2025 | 14:40 WIB
Prabowo Pacu Kolaborasi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Target Nol Kemiskinan Ekstrem
Kolaborasi Pusat dan Daerah untuk Tekan Kemiskinan

Target Presiden Prabowo soal kemiskinan ekstrem nol persen di tahun 2026 bukanlah hal main-main. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono punya tugas besar mewujudkannya. Kunci utamanya? Sinergi. Tanpa kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, target itu bisa jadi sekadar angka di atas kertas.

"Perintah di Kemensos jelas," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025). "Kita dimandatkan Pak Presiden untuk berkolaborasi dengan kementerian lain dan pemerintah daerah agar kemiskinan ekstrem di tahun 2026 itu 0 persen." Tak hanya itu, ia menambahkan, target jangka menengahnya adalah menekan angka kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029.

Pernyataan ini disampaikannya usai audiensi dengan tiga bupati: Sigi, Lembata, dan Deli Serdang, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Inti pertemuan itu sederhana: bagaimana caranya agar program-program prioritas benar-benar sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan.

Nah, salah satu andalannya adalah program Sekolah Rakyat. Menurut Agus, ini adalah langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan. "Kita punya program-program lain juga sih," jelasnya, "seperti Koperasi Desa Merah Putih, MBG, Kampung Nelayan, plus program ketahanan pangan. Tapi intinya sama: butuh disinergikan. Biar program Pak Presiden bisa secepatnya dinikmati rakyat."

Di lapangan, respons dari daerah ternyata cukup menggembirakan.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, misalnya, sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. "Lahannya siap, sertifikatnya juga sudah lengkap semua," katanya mantap. Kabarnya, di Sigi sudah ada SRMP 22 Sigi yang beroperasi sejak Juli 2025. Sekolah rintisan di Sentra Nipotowe Palu itu punya dua rombel dengan total 50 murid.

Sementara di Deli Serdang, Bupati Asri Ludin Tambunan mengaku masih berupaya menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Meski begitu, mereka tak sepenuhnya tertinggal. SRMP 1 Deli Serdang ternyata sudah jalan sejak Agustus 2025, bertempat di Sentra Insyaf Medan.

Lain cerita dengan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq. Ia baru saja menyerahkan proposal pembangunan sekolah rintisan. Rencananya, mereka akan memanfaatkan bekas kantor bupati. "Tapi gedungnya perlu direnovasi dulu," ujarnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mengurus hibah lahan seluas 7,9 hektare dari warga setempat. Prosesnya masih berjalan.

Jadi, meski langkahnya berbeda-beda, semuanya bergerak ke arah yang sama. Tinggal bagaimana kolaborasi yang digaungkan Pak Wamen tadi benar-benar jalan di lapangan. Itu yang paling menentukan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar