Pembelian minyak mentah dunia sedang mengalami kemacetan. Konflik antara AS dan Iran yang memanas, berimbas pada penutupan Selat Hormuz, membuat situasi jadi rumit. Akibatnya, terjadi tarik-menarik yang ketat antar negara untuk mendapatkan komoditas berharga ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia punya cerita nyata yang menggambarkan betapa peliknya keadaan. Dua kapal kargo minyak yang sudah dibeli Indonesia dari Singapura, tiba-tiba diminta untuk putar balik. Padahal, menurut pelacakan, kapal-kapal itu hampir saja masuk ke perairan kita.
"Tiga dua hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura sudah berangkat ditenderkan oleh Pertamina lewat trader sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,"
Bahlil mengungkapkan hal itu dalam Rapat Sidang Kabinet di Istana Negara, Jumat lalu.
Menurutnya, hukum pasar normal sepertinya sudah tak berlaku. Biasanya, transaksi jual-beli selesai begitu barang diterima. Tapi untuk minyak sekarang? Semua jadi kacau. Siapa yang punya uang tunai lebih banyak, dialah yang akan dapat barang lebih dulu. Barangnya sendiri memang lagi susah-susahnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo dan Seluruh Kabinet Serahkan Zakat Rp3,8 Miliar di Istana
Pasar Mobil Nasional Tumbuh 10%, Dominasi Astra Tergerus ke Bawah 50%
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran