Pembelian minyak mentah dunia sedang mengalami kemacetan. Konflik antara AS dan Iran yang memanas, berimbas pada penutupan Selat Hormuz, membuat situasi jadi rumit. Akibatnya, terjadi tarik-menarik yang ketat antar negara untuk mendapatkan komoditas berharga ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia punya cerita nyata yang menggambarkan betapa peliknya keadaan. Dua kapal kargo minyak yang sudah dibeli Indonesia dari Singapura, tiba-tiba diminta untuk putar balik. Padahal, menurut pelacakan, kapal-kapal itu hampir saja masuk ke perairan kita.
"Tiga dua hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura sudah berangkat ditenderkan oleh Pertamina lewat trader sudah berangkat, sudah masuk laut Indonesia kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,"
Bahlil mengungkapkan hal itu dalam Rapat Sidang Kabinet di Istana Negara, Jumat lalu.
Menurutnya, hukum pasar normal sepertinya sudah tak berlaku. Biasanya, transaksi jual-beli selesai begitu barang diterima. Tapi untuk minyak sekarang? Semua jadi kacau. Siapa yang punya uang tunai lebih banyak, dialah yang akan dapat barang lebih dulu. Barangnya sendiri memang lagi susah-susahnya.
"Sekarang perekonomian sekarang untuk urusan minyak ini Pak hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan dia beli karena barang susah ini,"
tuturnya lagi.
Namun begitu, Bahlil tak tinggal diam. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia mengaku langsung bergerak bersama PT Pertamina. Tujuannya satu: menarik kembali kedua kapal kargo yang nyaris hilang itu.
Rupanya, langkah tegas membuahkan hasil. "Kalau tidak kita gugat. Sesuai dengan apa yang Bapak (Presiden Prabowo) arahkan, tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit agak takut juga Pak. Jadi tanggal 18 udah bisa dibalikin Pak,"
katanya dengan nada lega. Upaya negosiasi yang alot akhirnya berhasil. Dua kargo berharga itu dipastikan bisa kembali ke Indonesia.
Artikel Terkait
Bosch Targetkan Pertumbuhan Penjualan 2-5 Persen pada 2026, Genjot Inovasi dan Ekspansi Pasar Global
Influencer China Bai Bing Didenda Rp47,98 Miliar Akibat Kurang Bayar Pajak
Uni Eropa Dakwa Meta Gagal Lindungi Anak di Bawah 13 Tahun dari Akses Facebook dan Instagram
Prabowo Ledek Trenggono Soal Pingsan dan Sindir Berat Badan Kapolri di Groundbreaking Hilirisasi