Fatka menambahkan, kondisi ini datang di saat yang buruk bagi banyak petani. Mereka sudah menghadapi tekanan ekonomi dan biaya input yang melambung tinggi sejak lama.
"Banyak petani memasuki musim semi ini dalam posisi yang kurang menguntungkan terkait pupuk. Menunggu penurunan harga pupuk merupakan pertaruhan yang berbahaya," tegas Fatka.
Memang, akar masalahnya ada di Selat Hormuz. Ancaman serangan dari Iran membuat kapal-kapal enggan melintas. Ini semua berawal dari eskalasi perang antara AS dan Israel dengan Teheran yang memanas akhir bulan lalu. Jalur perdagangan yang biasanya sibuk, kini sepi dan mencekam.
Jadi, apa dampaknya? Harga pupuk yang sudah tinggi bisa meroket lagi. Dan kelangkaan pasokan di pasar global bukan lagi sekadar ancaman, tapi kenyataan yang perlahan mulai terasa.
Artikel Terkait
Lima Kapal Diserang dalam Dua Hari, Keamanan Jalur Vital Teluk Makin Terancam
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran
Jaksa Penuntut Kasus Sabu 2 Ton Minta Maaf ke DPR Usai Dapat Hukuman Disiplin