Lalu, apa yang melatarbelakangi perpindahan pengelolaan ini? Rupanya, ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya jelas: untuk memperkuat pemeliharaan dan pengawasan terhadap keaslian makam, sekaligus menjaga penghormatan sesuai nilai kebangsaan. Di Kalibata sendiri, tercatat ada 216 makam pahlawan nasional.
Gus Ipul menyambut baik arahan tersebut. Ia merasa pengelolaan oleh Kemhan jauh lebih tepat.
“Ini Kementerian Pertahanan sudah paling pas, (Kemensos) sudah tidak ada lagi untuk urusan Taman Makam Pahlawan. Dari dulu saya sudah kepikiran soal pengelolaan taman makam pahlawan oleh Kemensos. Pengelolaan oleh Kemenhan ini sudah pas, untuk itu kita sambut baik arahan Presiden ini,” katanya.
Di sisi lain, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto mengapresiasi langkah cepat dari kedua kementerian.
“Saya rasa terima kasih, kita segera melaksanakan perintah Presiden secepatnya,” pungkas Donny.
Nah, tinggal menunggu waktu. Dalam hitungan kurang dari dua tahun, Kemhan akan mengambil alih penuh perawatan tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa itu.
Artikel Terkait
Lima Kapal Diserang dalam Dua Hari, Keamanan Jalur Vital Teluk Makin Terancam
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran
Jaksa Penuntut Kasus Sabu 2 Ton Minta Maaf ke DPR Usai Dapat Hukuman Disiplin