Sementara di layar kaca, televisi pemerintah justru menyiarkan narasi yang sangat berbeda. Seorang pembaca berita dengan suara khidmat membacakan pernyataan penuh gelar kehormatan.
Di sisi lain, analisis intelijen Israel punya pendapat sendiri. Mereka menilai Mojtaba memang hanya terluka ringan. Dan itulah, kata mereka, alasan utamanya dia belum muncul ke publik.
Sebenarnya, sebagai putra sang pemimpin tertinggi atau "beyt" dalam tradisi Persia Mojtaba bukanlah figur baru di balik layar kekuasaan. Sudah bertahun-tahun dia terlibat langsung dalam urusan pemerintahan. Hanya saja, namanya tak terlalu akrab di telinga rakyat biasa. Dia jarang berpidato, hampir tak pernah tampil di depan umum. Figurnya lebih seperti bayangan. Kini, ketika tiba-tiba didorong ke pusat panggung, ketidakhadirannya justru yang paling banyak disorot.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Penghentian Aksi Militer ke MBS, Siap Jadi Mediator
Kemkomdigi Perketat Patroli Siber untuk Tangkal Penipuan Mudik dan Hoaks Jelang Lebaran
Jaksa Penuntut Kasus Sabu 2 Ton Minta Maaf ke DPR Usai Dapat Hukuman Disiplin
Penerimaan Pajak Tumbuh 30,4%, Dongkrak Belanja Negara Awal 2026