"Kita beri nama Danantara, yaitu Daya Anagata Nusantara, kekuatan energi masa depan," ujar Prabowo menjelaskan filosofi nama itu. "Jadi, Danantara harus menjaga dan mengelola kekuatan energi bangsa kita untuk masa depan."
Nah, terkait pengawasan, pemerintah tampaknya tak mau ambil risiko. Prabowo menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat. Saat ini saja, Danantara sudah jadi salah satu lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Dewan Pengawasnya diisi sejumlah Menteri Koordinator.
Tapi itu belum cukup. Presiden juga sudah minta BPK, BPKP, Kejaksaan Agung, Polri, hingga Panglima TNI untuk ikut mengawasi. Bahkan, dibuka peluang menunjuk utusan khusus Presiden di tiap BUMN yang dikelola Danantara. Semua demi satu tujuan: memastikan semuanya berjalan semestinya.
"Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia," katanya, dengan analogi yang gamblang. "Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah."
Peringatan satu tahun itu, jelas, lebih dari sekadar seremoni. Ia jadi pengingat tentang amanah besar yang dipertaruhkan. Tentang uang rakyat, dan masa depan yang harus dijaga ketat.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Lebih dari 2,5 Juta Tiket Kereta Api Terjual, Masih Tersedia 1,9 Juta Kursi
Pemerintah Salurkan Rp51,5 Triliun untuk Bayar Subsidi dan Tunggakan Energi
ROA BPI Danantara Melonjak Lebih dari 300 Persen, Prabowo: Cukup Baik
Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan Pupuk Global via Selat Hormuz