“Fungsinya mengolah data dan laporan, yang nantinya jadi dasar pengambilan kebijakan. Intinya sih, buat memastikan operasional dan pelayanan bandara berjalan lancar, begitu juga dengan penerbangan.”
Secara keseluruhan, ada 37 bandara yang dikelola InJourney Airports sebagai bagian dari InJourney Group yang disiapkan untuk menyambut gelombang pemudik. Persiapan ini dilakukan oleh holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), bersama anak perusahaannya.
Momentum lebaran jelas jadi momen penting. Menurut Direktur Utama InJourney, Maya Watono, libur Lebaran tahun depan diprediksi akan menjadi periode dengan trafik tertinggi di semua lini bisnis mereka.
“Kami melihat pergerakan yang sangat positif, khususnya dari pasar domestik yang tahun ini jadi fokus utama,” kata Maya.
“Harapannya, momentum ini bisa berjalan mulus. Dan tentu saja, sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja di seluruh ekosistem yang ada.”
Selain dua bandara utama tadi, bandara-bandara lain yang diperkirakan padat adalah Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu di Deli Serdang. Mereka masuk dalam lima besar bandara tersibuk selama angkutan lebaran 2026 nanti.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Ancam Pasokan Pupuk Global via Selat Hormuz
Taman Makam Pahlawan Kalibata Beralih ke Kemenhan per April 2026
Sumber Pemerintahan Sebut Mojtaba Khamenei Alami Luka Ringan, Keberadaannya Dipertanyakan
Iran Kecam Draf Resolusi DK PBB, Sebut Upaya Balikkan Fakta