Puncak arus mudik lebaran tahun depan diprediksi bakal ramai sekali di udara. PT Angkasa Pura Indonesia, atau yang sekarang lebih dikenal sebagai InJourney Airports, memperkirakan jumlah penumpang pesawat bakal menyentuh angka 9,03 juta orang. Itu artinya naik sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya.
Nah, dua bandara yang pasti paling sibuk adalah Soekarno-Hatta di Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai di Bali. Menurut Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan melayani 3,01 juta penumpang. Sementara itu, Bandara Ngurah Rai di Bali bakal mencatatkan sekitar 1,13 juta orang.
“Angkutan lebaran kan memang periode tersibuk sepanjang tahun,” ujar Syahir.
“Makanya, kami bersama para stakeholder berupaya keras memastikan kapasitas angkutan udara buat pemudik benar-benar tersedia. Salah satunya dengan menyiagakan bandara untuk beroperasi 24 jam, menyesuaikan kebutuhan maskapai, termasuk mengakomodir penerbangan tambahan,” tambahnya dalam sebuah konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu lalu.
Di sisi lain, lonjakan ini nggak cuma terjadi pada jumlah penumpang. Pergerakan pesawatnya sendiri juga diperkirakan ikut naik. Syahir menyebutkan, angkanya bisa mencapai 63.553 penerbangan, atau naik 3,24 persen dari tahun lalu yang sebanyak 61.556 penerbangan.
Gimana caranya mengatasi puncak musim seperti ini? Strateginya, seluruh bandara di bawah InJourney Airports akan membuka Posko Terpadu Monitoring Data. Posko ini rencananya aktif selama 18 hari penuh, mulai dari 13 hingga 30 Maret 2026.
“Posko ini diaktifkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memudahkan koordinasi antar stakeholder bandara,” jelas Syahir.
Artikel Terkait
Taman Makam Pahlawan Kalibata Beralih ke Kemenhan per April 2026
Sumber Pemerintahan Sebut Mojtaba Khamenei Alami Luka Ringan, Keberadaannya Dipertanyakan
Iran Kecam Draf Resolusi DK PBB, Sebut Upaya Balikkan Fakta
InJourney Targetkan Konsolidasi 106 Hotel BUMN dalam Satu Payung