Malam itu di Istana Negara, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan imbauan yang cukup serius. Ia meminta masyarakat Indonesia untuk menunda dulu niat berangkat umrah ke Tanah Suci. Alasannya jelas: situasi di kawasan itu masih panas akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
"Terkait jamaah umrah, setiap hari kami dari Kemenlu dan Kementerian Haji terus mendampingi yang akan pulang," ujarnya kepada para wartawan, Selasa (10/3/2026) malam.
Dia melanjutkan, "Untuk keberangkatan baru, sementara ini kita masih mengimbau penundaan."
Imbauan ini bukan tanpa sebab. Perkembangan konflik AS-Israel dan Iran dinilai masih sangat tidak pasti. Menurut Dahnil, belum ada kejelasan ke mana arah eskalasi ini akan berujung. Maka, langkah paling bijak adalah bersikap hati-hati. Keselamatan jamaah harus jadi prioritas utama, di atas segalanya.
"Karena eskalasi konflik kita tidak tahu perkembangannya seperti apa," katanya lagi, menekankan alasan di balik keputusan ini.
Artikel Terkait
Transisi Energi Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun, Realisasi Dana Baru 18%
Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Melampaui HET Jelang Lebaran
Gelombang Pertama WNI Dievakuasi dari Iran Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta
Suami Siri Cekik dan Ikat Leher Perempuan di Depok, Mayat Baru Ditemukan Setahun Kemudian