Wajah bandara-bandara di Indonesia perlahan berubah. Itulah yang tengah diupayakan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN yang menaungi sektor aviasi dan pariwisata. Transformasi ini bukan sekadar soal cat baru atau pernak-pernik, melainkan sebuah perubahan mendasar untuk menghadirkan layanan yang terintegrasi dan benar-benar berfokus pada kenyamanan penumpang.
Maya Watono, Direktur Utama InJourney, menegaskan hal ini. Menurutnya, bandara harus menjadi lebih dari sekadar tempat naik pesawat.
Nah, momentum ujiannya adalah musim liburan akhir tahun ini. InJourney Airports, anak usahanya, sudah menyiagakan 37 bandara. Operasional dijaga 24 jam penuh. Tujuannya jelas: memastikan perjalanan udara berlangsung aman, nyaman, dan lancar meski di tengah kepadatan.
Maya juga menyoroti koordinasi dengan maskapai.
Dengan persiapan ini, bandara-bandara mereka diharapkan lebih siap menghadapi lonjakan penumpang. Namun begitu, kesiapan ini bukan datang tiba-tiba. Ini buah dari transformasi bertahap yang sudah dijalankan.
Artikel Terkait
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA
Justin Hubner Tangkap Ambisi Besar Pelatih Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia
SoftBank Amankan Pinjaman USD 40 Miliar untuk Perkuat Investasi di OpenAI