Soal ketersediaan, pemerintah mengklaim stok pangan nasional aman. Beras, jagung, daging, telur, sampai gula, katanya cukup untuk menutupi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran. Mereka juga menggenjot program distribusi pangan dari daerah yang kelebihan stok ke daerah yang kekurangan. Hingga Maret, sudah ribuan kilogram bahan pangan yang dipindahkan, dengan cabai rawit merah sebagai komoditas yang paling banyak didistribusikan.
Di sisi lain, pengawasan lewat posko Satgas Saber Pangan di seluruh Indonesia juga diintensifkan. Ribuan kegiatan pemantauan telah dilakukan dalam sebulan terakhir. Kalau ketemu pelanggaran, tindak lanjutnya beragam. Mulai dari sekadar cek ke distributor, memberi teguran tertulis, sampai mengambil sampel untuk uji lab.
Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman juga sudah mengingatkan para pelaku usaha. Pesannya sederhana: jangan serakah.
Harapannya jelas. Semua langkah yang sudah diambil pemerintah pusat, seperti pengawasan ketat dan fasilitasi distribusi, bisa ditiru dan bahkan dikuatkan oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, stabilitas harga pangan hingga Hari Raya nanti bisa benar-benar terjaga di semua wilayah.
“Harapan kami, ketika Badan Pangan Nasional telah melakukan berbagai langkah kebijakan, termasuk fasilitasi distribusi pangan, maka langkah tersebut dapat dicontoh dan diperkuat oleh pemerintah daerah,” pungkas Ketut Astawa.
Artikel Terkait
OJK Proyeksikan Kredit UMKM Tumbuh 7-9% pada 2026
Dubes Prancis Apresiasi Capaian Swasembada Pangan Indonesia, Bahas Penguatan Kerja Sama
Liverwall Tumbang, Barcelona Tertahan: Drama di Babak 16 Besar Liga Champions
Konflik Timur Tengah Dorong Inflasi dan Tekan Rupiah, Pelaku Usaha Waspada