“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Presiden juga menyoroti ketergantungan impor BBM. Ia punya harapan besar agar Indonesia bisa lepas dari jerat itu. Potensi sumber daya alam seperti sawit, singkong, jagung, dan tebu disebutnya sebagai kunci untuk menciptakan kemandirian energi ke depannya.
Meski menyatakan kondisi aman, Prabowo tak menampik bahwa dunia sedang dalam keadaan berbahaya. Ketegangan antara kekuatan besar, menurutnya, berpotensi menyeret banyak negara ke dalam kesusahan. Karena itulah, kewaspadaan dan penguatan di sektor-sektor strategis dalam negeri menjadi hal yang terus ditekankan.
“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” jelasnya.
Jadi, narasi utamanya jelas: waspada, siaga, tapi tak perlu panik. Pemerintah mengklaim segala persediaan pokok aman dan perhitungan telah matang. Tinggal menunggu waktu yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Nadiem Bela Staf Khusus di Sidang Korupsi Chromebook
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Rencana Revisi APBN Meski Harga Minyak Melonjak
Kitabisa Siapkan Halaman Khusus untuk Salurkan Gaji Wakil Ketua Komisi III DPR Hingga 2029
Bank bjb Gelar The Ultimate10K Series di Empat Kota untuk Dorong Koneksi Ekonomi