Laporan terbaru Setara Institute tentang kondisi kebebasan beragama di Indonesia pada 2025 menunjukkan sebuah tren. Ada penurunan angka kekerasan berbasis agama jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun begitu, lembaga ini menegaskan bahwa penurunan statistik itu belum tentu kabar baik.
Peneliti mereka, Harkirtan Kaur, menjelaskan hal ini saat jumpa pers di Menteng, Jakarta, Selasa lalu.
Rinciannya, sepanjang 2025 tercatat 221 peristiwa dengan 331 tindakan kekerasan. Angka ini lebih rendah dari 2024 yang mencapai 260 peristiwa dan 402 tindakan. Tapi jangan buru-buru optimis.
Menurut Harkirtan, penurunan ini bukan sinyal positif untuk toleransi. Justru, pola kekerasannya berubah dan menemukan bentuk-bentuk baru. "Kita akan menemukan pola-pola baru yang terjadi sepanjang 2025 ini," katanya.
Artikel Terkait
Mikrotrans Transjakarta Terbalik di Lebak Bulus, Tiga Penumpang Sempat Dirawat
Anggota DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Klaim Kesiapan Penuh Transportasi dan Infrastruktur Jelang Mudik Lebaran
Rustini Kunjungi Korban Tanah Bergerak di Tegal, Huntara Jadi Prioritas