Bank bjb Gelar The Ultimate10K Series di Empat Kota untuk Dorong Koneksi Ekonomi

- Selasa, 10 Maret 2026 | 18:15 WIB
Bank bjb Gelar The Ultimate10K Series di Empat Kota untuk Dorong Koneksi Ekonomi

bank bjb kembali menggelar serangkaian event lari bertajuk The Ultimate10K Series. Tapi jangan salah, ini bukan cuma soal olahraga. Event yang bakal digelar di empat kota Tangerang, Bandung, Semarang, dan Surabaya ini rupanya punya misi lebih besar: menyambung koneksi ekonomi antar daerah.

Kalau dilihat di peta, keempat kota itu membentang dari ujung barat hingga timur Jawa. Mereka membentuk semacam koridor pertumbuhan yang saling terhubung. Masing-masing punya keunggulan sendiri-sendiri. Ada yang jadi pusat industri, gudangnya ekonomi kreatif, simpul distribusi, atau penggerak ekonomi kawasan timur. Sinergi antar kota inilah yang menurut bank bjb punya potensi luar biasa untuk mendongkrak perekonomian nasional, secara inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, langkah ini memang sejalan dengan visi mereka. Mereka ingin jadi mitra utama pemerintah daerah, sekaligus memperluas akses keuangan ke lebih banyak lapisan masyarakat. Transformasi digital dan peningkatan layanan jadi bagian dari misi itu.

Nah, hubungan bank bjb dengan beberapa kota penyelenggara juga cukup erat. Ambil contoh Bandung dan Tangerang. Keduanya bukan cuma stakeholder, tapi juga shareholder. Artinya, kinerja bank yang terus tumbuh itu berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat pembagian dividen.

Di sisi lain, kehadiran bank bjb di Semarang dan Surabaya juga memperkuat jaringan mereka yang kini sudah ada di 15 provinsi. Jadi, event lari ini seperti menyatukan titik-titik penting tersebut dalam satu panggung.

Jadwalnya sendiri sudah dirancang sepanjang 2026. Bakal dimulai dari Bandung pada 17 Mei, lalu ke Surabaya (7 Juni), Tangerang (13 September), dan ditutup di Semarang pada 13 Desember. Yang menarik, setiap kota dijanjikan akan menawarkan pengalaman lari yang unik, mencerminkan budaya, pariwisata, dan dinamika ekonomi lokalnya. Jadi, pesertanya bisa merasakan atmosfer yang berbeda di tiap tempat.

Bank bjb nggak cuma datang sebagai sponsor biasa. Mereka ingin jadi bagian integral dari ekosistem acara. Misalnya, dengan mengenalkan produk perbankan seperti tabungan bjb Tandamata yang diharapkan bisa jadi solusi perencanaan keuangan yang sederhana. Lalu ada juga layanan digital banking DIGI bank bjb untuk memudahkan transaksi selama acara berlangsung semua jadi lebih praktis dan cepat.

Namun begitu, dampaknya nggak berhenti di situ. Pelaku UMKM lokal juga dilibatkan secara aktif. Bayangkan saja, ribuan peserta dan pengunjung yang membanjiri setiap event pasti akan menggerakkan sektor lain: kuliner, transportasi, sampai kerajinan tangan khas daerah. Pengalaman dari penyelenggaraan serupa sebelumnya, seperti Bandoeng 10K, membuktikan bahwa event olahraga bisa benar-benar menghidupkan perekonomian lokal.

Melalui The Ultimate10K Series, bank bjb sepertinya sedang membangun sebuah ekosistem sport tourism. Mereka ingin menghubungkan kota-kota strategis itu lewat aktivitas olahraga, pariwisata, dan tentu saja, ekonomi masyarakat.

Dengan tagline “Tandamata Untuk Negeri”, mereka percaya sebuah lomba lari bisa jadi lebih dari sekadar ajang kompetisi. Ini bisa menjadi ruang kolaborasi, panggung promosi, penggerak ekonomi, sekaligus simbol kebangkitan sebuah kota.

Momentum seperti ini diharapkan bisa memperkuat sinergi antara pemda, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya satu: menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di berbagai penjuru Indonesia.

Jadi, buat yang tertarik, mereka mengajak kita untuk memulai langkah dari menabung. "Nikmati keseruan berlari di ajang The Ultimate10K Series," begitu kira-kira ajakannya. Setiap langkah, dimulai dari satu tabungan di bank bjb.

Untuk info lebih lengkap, masyarakat bisa menghubungi call center bank bjb di 14049 atau mengikuti kanal media sosial resmi @bankbjb dan @ultimate.10kseries.

Perlu diingat, bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar