Dalam kondisi seperti itu, Paes mengaku tak bisa lagi menahan diri. Ia merasa perlu bertindak.
Namun begitu, Paes berusaha meluruskan maksudnya. Ucapan kerasnya itu sama sekali bukan untuk merendahkan atau menghina rekan-rekan setimnya. Bagi dia, itu lebih soal kejujuran yang diperlukan di saat-saat sulit.
Ia pun tak lari dari tanggung jawab. “Dan seperti saya berdiri di sini, saya juga akan bertanggung jawab atas hal itu. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan yang terbaik untuk membentuk tim yang solid,” pungkas Paes. Sebuah upaya untuk bangkit dari keterpurukan, meski harus diawali dengan ledakan emosi di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Kementerian Keuangan Pastikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp330 T Tak Dipotong, Pengawasan Diperketat
Warga Bekasi Diingatkan: Imsak Kabupaten 04.31 WIB, Kota 04.32 WIB
Krisis Energi Global Paksa Bangladesh Liburkan Seluruh Universitas
Motif Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Istri Siri di Depok