Pemerintah Jepang baru saja memberi isyarat penting. Fasilitas penyimpanan cadangan minyak nasional mereka diperintahkan untuk bersiap-siap. Siap untuk apa? Untuk melepas sebagian stok minyak yang mereka simpan.
Latar belakangnya adalah situasi di Timur Tengah yang makin memanas. Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah memukul pasokan minyak global. Arus minyak dari kawasan itu terhambat parah.
Bagi Jepang, ini masalah serius. Hampir semua minyak mentah mereka tepatnya 95 persen datang dari Timur Tengah. Dan sekitar 70 persen dari kiriman itu harus melewati Selat Hormuz. Sayangnya, jalur pelayaran vital itu praktis ditutup sejak konflik meletus.
Kabar soal instruksi pemerintah ini diungkap oleh Akira Nagatsuma, anggota parlemen dari partai oposisi Aliansi Reformasi Sentris.
“Organisasi Jepang untuk Keamanan Logam dan Energi di Pangkalan Shibushi sudah dapat arahan pekan lalu dari Badan Sumber Daya Alam dan Energi,” ujarnya.
Meski begitu, detailnya masih kabur. Kapan pelepasan akan dilakukan? Belum jelas. Apakah pangkalan penyimpanan lain juga dapat perintah serupa? Itu pun masih menjadi tanda tanya.
Artikel Terkait
22 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Iran
Presiden Prabowo Pimpin Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Mantan Dirjen Aptika Kominfo Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Korupsi PDNS
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza