Malam itu di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, atmosfer tegang sudah terasa sejak awal. Bhayangkara Presisi Lampung FC akhirnya meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Arema FC dalam lanjutan Liga Super 2025-2026, Selasa (10/3/2026) lalu. Sebuah comeback yang benar-benar mencuri napas.
Dihadapan pendukungnya sendiri, The Guardians julukan Bhayangkara langsung menancap gas. Mereka menekan sejak menit pertama, bermain agresif dan penuh kepercayaan. Paul Munster, sang pelatih, jelas ingin memanfaatkan energi kandang semaksimal mungkin.
Tapi Arema FC bukan lawan sembarangan. Singo Edan tak mau hanya jadi bulan-bulanan. Mereka memilih taktik yang lebih disiplin, menunggu dengan pertahanan rapat dan siap menghajar lewat serangan balik yang tajam. Skema itu cukup efektif meredam gelombang serangan tuan rumah.
Dan siapa sangka, justru di penghujung babak pertama, petaka datang untuk Bhayangkara. Joel Vinicius sukses mencuri gol di menit 45 1, membawa Arema unggul 1-0 saat jeda hampir tiba. Suasana stadion mendadak hening.
Namun begitu, keadaan berbalik dengan cepat. Benar-benar cepat. Tak lama setelah gol itu, Pablo Oliveira dari Arema menerima kartu merah langsung. Tim tamu harus menutup babak pertama dengan sepuluh pemain. Ini jadi awal dari semua masalah mereka.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara tentu saja memanfaatkan kelebihan pemain. Intensitas serangan mereka meningkat drastis, mengepung pertahanan Arema yang mulai terlihat kepayahan. Arema bertahan mati-matian, tapi tekanan itu terlalu berat untuk ditanggung.
Masalah makin runyam bagi Singo Edan di menit ke-70. Dalberto, pemain mereka lagi, diusir wasit dengan kartu merah langsung. Sekarang mereka harus bertahan dengan hanya sembilan orang di lapangan. Situasi yang hampir mustahil di level liga super.
Artikel Terkait
Jonathan Miliano Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Matchday Series
Atalanta Siap Hadapi Bayern Munchen di Malam Ajaib Liga Champions
KPK Yakin Gugatan Praperadilan Yaqut Terkait Kasus Kuota Haji Akan Ditolak
IHSG Menguat 1,41% ke 7.440, Analis Waspadai Tekanan Jual dan Koreksi ke 7.140