IDXChannel – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) ternyata merevisi target penerbitan saham baru mereka. Tadinya, lewat skema rights issue, perusahaan cuma mau menerbitkan maksimal 21,87 juta lembar saham. Sekarang? Naik jadi 25 juta. Menurut keterbukaan informasi yang saya kutip Sabtu (25/4/2026), perseroan bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 25 juta saham. Tapi ada catatan penting: VKTR tetap punya hak buat mengeluarkan sebagian atau bahkan seluruh saham itu. Fleksibel, gitu lah. Dengan jumlah saham yang lebih banyak, otomatis potensi dana yang bisa dikumpulin juga lebih gede dari rencana awal. Tapi, di sisi lain, sampai sekarang belum ada pengumuman soal harga pelaksanaan atau angka final saham barunya. Semua informasi detail kata manajemen bakal diungkap lewat prospektus. Jadi kita tunggu aja. Ngomong-ngomong, jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tetap dihelat 19 Mei 2026. Nah, ini penting. Soalnya, restu dari mayoritas pemegang saham jadi syarat mutlak buat jalanin rights issue. Tanpa itu, ya batal. Setelah dapet lampu hijau dari RUPSLB, VKTR bakal ngajuin permohonan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prosesnya bertahap, nggak bisa langsung gas. Terus, dana dari rights issue ini mau dipakai buat apa? Dua hal utama: tambahan modal kerja dan penyertaan modal ke anak perusahaan. Semua ini dalam rangka mendorong pengembangan bisnis baik VKTR sendiri maupun anak usahanya yang fokus di sektor kendaraan listrik. Saat ini, VKTR punya tiga anak perusahaan: PT Bakrie Autoparts, PT Bina Usaha Mandiri Misuzawa, dan PT Bakrie Komponen Mobilitas. Soal detail penyertaan modal ke masing-masing anak usaha, lagi-lagi, bakal dijabarkan di prospektus. (Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Antam Bertahan di Rp2,918 Juta per Gram
IHSG Anjlok 6,6 Persen dalam Sepekan, BREN dan DSSA Jadi Top Losers dengan Koreksi Lebih dari 30 Persen
IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Investor Asing Catat Net Jual Rp2,95 Triliun