Operasi SAR Diperkuat: Update Penanganan Darurat Longsor Cilacap
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin upaya penanganan darurat bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan perhatian dan duka mendalam, sekaligus memerintahkan BNPB untuk turun ke lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal hingga masa tanggap darurat berakhir.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Sebanyak 512 personel tim SAR gabungan dari berbagai sektor telah dikerahkan sejak Kamis, 13 November 2025, hari pertama terjadinya bencana.
Perkembangan Operasi Pencarian Korban
Hingga hari kedua operasi, Jumat (14/11/2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 10.56 WIB. Dengan temuan ini, jumlah individu yang masih tercatat dalam daftar pencarian dan belum ditemukan berkurang menjadi 20 jiwa.
Untuk mempercepat proses di masa golden time, BNPB mengerahkan empat unit alat berat pada tahap awal. Menyadari kompleksitas medan, Budi Irawan memerintahkan penambahan jumlah alat berat secara signifikan. "Alat berat yang semula empat unit, kami minta tambah dua kali lipat menjadi delapan unit. Jika nanti masih kurang, akan kami tambah lagi," tegas Budi dalam rapat koordinasi.
Dukungan Logistik dan Kesehatan bagi Korban
Guna mendukung kelancaran operasi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BNPB bersama pemerintah daerah telah membentuk klaster-klaster penanganan. Dapur umum didirikan untuk menyediakan makanan bagi warga dan relawan. Pos kesehatan juga dihadirkan di lokasi untuk memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma.
Guna meningkatkan efektivitas pencarian, satu ekor anjing pelacak (K9) dari Kantor SAR Semarang juga akan diturunkan. Anjing pelacak ini diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor.
BNPB memastikan bahwa selain fokus pada operasi SAR, pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan kondisi warga yang terdampak juga menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Energi Angin dan Surya Global Melambat, Pusat Pertumbuhan Bergeser ke Negara Berkembang
Bandara Pinang Kampai Dumai Kembali Beroperasi Setelah Direaktivasi
RMKE Mulai Buyback Saham Senilai Rp9,89 Miliar dari Program Rp200 Miliar
Stok Beras Bulog Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan