Rabu (28/1) ini, pasar komoditas global tampak lesu. Harga-harga komoditas kunci, dari minyak sawit hingga logam industri, kompak bergerak turun. Sebuah tren penurunan yang menandai awal pekan yang cukup suram bagi para pelaku pasar.
Minyak sawit mentah atau CPO, misalnya. Untuk kontrak pengiriman Februari, harganya melemah tipis 0,19 persen. Data dari Barchart menunjukkan posisinya sekarang ada di MYR 4.174 per ton.
Nasib serupa dialami batu bara. Kontrak berjangka Newcastle untuk bulan yang sama ikut merosot, meski persentasenya lebih dalam. Catatan dari sumber yang sama menyebutkan penurunan sebesar 0,91 persen, sehingga harganya menyentuh USD 109,00 per ton.
Di sisi lain, pergerakan nikel sedikit berbeda. Logam ini justru tercatat menguat 1,25 persen di bursa London Metal Exchange (LME), menempatkannya di level USD 18.522 per ton. Namun begitu, kenaikan ini tampaknya tak cukup untuk mengubah sentimen pasar yang secara umum masih berat.
Yang paling terpukul adalah timah. Komoditas ini benar-benar anjlok dengan penurunan tajam mencapai 4,55 persen. Berdasarkan pantauan di LME, harga timah kini bertengger di angka USD 54.232 per ton sebuah penurunan yang cukup signifikan dan pasti menarik perhatian banyak analis.
Secara keseluruhan, Rabu ini menjadi hari yang kurang bersahabat bagi mayoritas komoditas. Penurunan yang terjadi, meski dengan kedalaman berbeda, menggambarkan tekanan yang masih membayangi pasar global. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya ke depan.
Artikel Terkait
Taspen Serahkan Santunan Rp283 Juta ke Ahli Waris Guru SD Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
SIG Luncurkan Semen Hijau dengan Emisi Karbon 38 Persen Lebih Rendah
ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham untuk Tahun Buku 2025
MDS Retailing Cetak Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026, Didorong Lonjakan Penjualan Luar Jawa