Rapat kabinet Gedung Putih Selasa lalu (2/12) menyisikan momen yang cukup mencengangkan. Presiden Donald Trump, yang sempat terlihat tertidur, tiba-tiba meledak. Amarahnya tertuju pada satu isu: imigran.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, Trump ngomel-ngomel soal para imigran Somalia. Intinya jelas: dia merasa mereka seharusnya tak diterima di Amerika Serikat. Suasana rapat yang mungkin awalnya biasa saja, langsung berubah tegang.
"Di Somalia, mereka tidak punya apa-apa, mereka hanya berkeliaran saling membunuh,"
begitu kata Trump, seperti dilaporkan AFP.
Ucapannya terdengar lebih pedas lagi setelahnya. Dia dengan tegas menyatakan AS tak membutuhkan warga Somalia. Alasan yang dia kemukakan terkesan menyamaratakan dan keras.
"Negara mereka tidak baik karena suatu alasan. Negara mereka busuk, dan kita tidak ingin mereka berada di negara kita,"
tambahnya lagi.
Ledakan Trump ini bukan muncul dari ruang hampa. Latar belakangnya adalah skandal besar yang baru terkuak di Minnesota. Jaksa penuntut di sana menyebut ada lebih dari 1 miliar dolar AS yang menguap untuk layanan sosial fiktif. Dan sebagian besar diduga kuat melibatkan penagihan palsu dari warga Amerika keturunan Somalia. Skandal inilah yang rupanya memicu kemarahannya dalam rapat.
Kalau kita lihat ke belakang, sikap seperti ini sebenarnya bukan hal baru dari Trump. Dia punya sejarah panjang dalam mencemooh kaum minoritas. Popularitas politiknya dulu juga sempat melambung karena sebuah teori konspirasi yang dia sebarkan: bahwa Barack Obama, presiden sebelumnya, lahir di Kenya, bukan AS. Namun begitu, pernyataannya di rapat kabinet kali ini tetap mengejutkan banyak pihak karena disampaikan dalam forum resmi pemerintahannya sendiri.
Artikel Terkait
Dua Petinggi Sritex Divonis 14 dan 12 Tahun Penjara atas Korupsi Kredit Rp1,35 Triliun
Polisi Serahkan Empat Tersangka SMS Phishing E-Tilang Palsu ke Kejaksaan
Pemprov DKI Jakarta Prioritaskan Penataan 211 RW Kumuh di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada 2026
Pemilahan Sampah di Jakarta Resmi Dimulai 10 Mei, Digandengkan dengan CFD Rasuna Said