Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Perang dan Inflasi

- Rabu, 18 Maret 2026 | 09:35 WIB
Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Perang dan Inflasi

Pertemuan Federal Reserve pada 17-18 Maret berlangsung dalam suasana yang jauh dari biasa. Di luar dinding bank sentral AS itu, dunia sedang gempar. Perang antara Amerika Serikat dan Iran bukan cuma konflik geopolitik, tapi sudah merambah ke ranah ekonomi global. Nah, di tengah gejolak itulah, para analis kebanyakan berpendapat The Fed akan memilih untuk menahan suku bunga acuannya.

Memang, situasinya rumit. The Fed sendiri sudah lama berjibaku melawan inflasi yang bandel. Di sisi lain, pasar tenaga kerja AS juga lagi lesu. Perang di Timur Tengah ini cuma bikin keadaan makin runyam. Harga minyak melambung tinggi, rantai pasokan kacau balau. Dampaknya langsung terasa, lho.

Menurut data dari AAA, kelompok otomotif ternama, harga bensin rata-rata di AS sudah naik sekitar 27 persen sejak konflik pecah. Kenaikan semacam ini berpotensi memicu gelombang inflasi baru, tidak hanya di AS tapi juga secara global.

Memang sih, bank sentral punya kecenderungan untuk mengabaikan guncangan harga yang bersifat jangka pendek. Tapi masalahnya, siapa yang bisa memastikan berapa lama perang ini akan berlarut-larut? Ketidakpastian itulah yang bikin semua prediksi jadi goyah.

Rumah tangga di AS sebenarnya belum sepenuhnya bangkit dari terpaan inflasi pasca pandemi. Tekanannya masih terasa. Indikator inflasi pilihan The Fed per Januari lalu masih berada di angka 2,8 persen, sementara inflasi intinya lebih tinggi lagi, 3,1 persen.

Belum lagi soal tenaga kerja. Laporan Februari menunjukkan tingkat pengangguran meningkat, sinyal bahwa permintaan akan pekerja ternyata lemah. Minggu lalu, ada lagi kabar kurang sedap: pertumbuhan ekonomi AS di akhir 2025 ternyata lebih lambat dari perkiraan awal.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar