Lokasi Shibushi sendiri cukup strategis. Pangkalan yang terletak di Jepang selatan itu adalah rumah bagi cadangan minyak strategis negara. Di sanalah mereka menimbun persediaan untuk hari-hari sulit.
Dan persediaan mereka ternyata sangat besar. Jepang punya cadangan minyak darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 254 hari. Angka itu mencakup stok pemerintah, persediaan perusahaan swasta, plus cadangan yang mereka simpan bersama negara-negara produsen minyak.
Terakhir kali Tokyo menyentuh cadangan ini adalah pada 2022. Saat itu, mereka ikut dalam aksi pelepasan minyak terkoordinasi yang dipimpin Badan Energi Internasional (IEA), menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.
Di sisi lain, pernyataan resmi pemerintah agak berbeda. Awal pekan lalu, Menteri Perindustrian Ryosei Akazawa menegaskan pemerintah belum akan melepas cadangan. Namun, mereka akan memantau ketat situasi pasokan minyak mentah, tentu saja dengan koordinasi IEA.
Namun begitu, kantor berita Kyodo melaporkan hal lain pada Jumat. Menurut mereka, pemerintah Jepang kemungkinan akan menggunakan sebagian cadangannya untuk meredam dampak krisis Iran. Gangguan pasokan energi global ini bisa diatasi dengan langkah terkoordinasi bersama negara lain, atau bahkan dengan tindakan mandiri.
Jadi, meski pernyataan resmi masih hati-hati, persiapan di lapangan tampaknya sudah bergulir. Semuanya tergantung pada bagaimana krisis di Timur Tengah berkembang ke depan.
Artikel Terkait
22 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Iran
Presiden Prabowo Pimpin Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara
Mantan Dirjen Aptika Kominfo Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Korupsi PDNS
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Perparah Krisis Pangan dan Bantuan di Gaza