Petang itu, Bandara Soekarno-Hatta ramai seperti biasa. Tapi ada suasana haru yang berbeda saat dua puluh dua Warga Negara Indonesia akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air. Mereka tiba sekitar pukul lima lewat empat puluh delapan menit, Selasa (10/3/2026), setelah menempuh perjalanan panjang dan berliku dari Iran.
Keluar dari pintu kedatangan sekitar pukul 18.40 WIB, mereka langsung disambut oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. Rupanya, ini bukan kedatangan biasa. Ini adalah gelombang pertama repatriasi yang diupayakan pemerintah di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Menurut sejumlah saksi, perjalanan pulang mereka terbilang kompleks. Jalur udara langsung tertutup, sehingga mereka harus melalui rute darat dari Teheran menuju Turki, dengan transit di Azerbaijan. Baru dari Turki, mereka bisa naik pesawat yang membawa mereka pulang ke Indonesia.
Dalam konferensi persnya di bandara, Menlu Sugiono tampak lega. “Alhamdulillah pada sore hari ini kita menerima kedatangan saudara-saudara kita yang kembali dari Teheran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses ini adalah hasil koordinasi mendalam dengan berbagai pihak, termasuk KBRI di Iran dan negara-negara sekitarnya. Situasi perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang kian meluas, memaksa pemerintah bergerak cepat. Mereka harus memetakan jalur evakuasi yang aman, baik darat maupun udara, sekaligus mengurus logistiknya.
Artikel Terkait
Jasa Marga Pastikan Diskon 30% Tarif Tol Lebaran 2026 Tak Ganggu Kinerja
Persib Amankan Puncak Klasemen Usai Bungkam Persik 3-0
Imsak Jakarta Hari Ini Pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB
Puluhan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Akibat Penjadwalan Ulang Penerbangan