TEHERAN – Sebuah video yang sudah diverifikasi membawa fakta mengejutkan. Rekaman itu menunjukkan dengan jelas rudal jelajah Tomahawk milik AS menghantam sebuah sekolah putri di Kota Minab, Iran, pada akhir Februari lalu. Ledakan itu menewaskan lebih dari 160 siswi dan memicu gelombang kemarahan internasional.
Namun begitu, pernyataan resmi dari Washington justru berkata lain. Presiden Donald Trump sebelumnya dengan tegas menuding Iran yang bertanggung jawab atas tragedi mengerikan itu.
“Itu dilakukan oleh Iran. Amunisi mereka sangat tidak akurat,” ujar Trump kepada para wartawan.
Klaim Trump itu kini tampaknya terbantahkan oleh bukti visual. Analisis mendalam dari kelompok media investigasi Bellingcat, yang berbasis di Belanda, justru mengarahkan tuduhan ke arah sebaliknya. Mereka menyimpulkan Amerika Serikat-lah yang kemungkinan besar berada di balik serangan itu.
Bagaimana bisa? Kelompok itu melakukan pelacakan mendetail terhadap rekaman video yang dirilis Kantor Berita Mehr Iran. Dalam video itu, asap tebal terlihat mengepul dari kompleks sekolah pasca-ledakan dahsyat. Yang lebih krusial, Bellingcat menegaskan bahwa hanya AS yang diketahui memiliki dan mengoperasikan rudal Tomahawk dengan jangkauan mampu mencapai target di Iran. Israel, misalnya, tidak punya sistem rudal itu.
Artikel Terkait
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Pakansari Sambut Lebaran