Di Madinah, Ketua MPR RI Ahmad Muzani duduk bersama Syekh Muhammad al-Khudori, salah seorang pimpinan Masjid Nabawi. Pertemuan itu tak sekadar seremonial belaka. Mereka membicarakan sesuatu yang cukup penting: bagaimana pengelolaan Masjid Nabawi yang terkenal rapi dan bersih itu bisa ditularkan ke masjid-masjid di Indonesia.
Muzani, yang berbicara dari Madinah pada suatu Minggu di akhir November 2025, terlihat antusias.
"Beliau berkenan untuk mentransfer ilmu pengelolaan Masjid Madinah ini untuk kita terapkan di Indonesia. Bukan cuma soal kebersihan, tapi juga motif dan aspek manajemen lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, "Ini kabar bagus, tentu saja. Harapannya, ke depan pengelolaan rumah-rumah ibadah di tanah air bisa jadi lebih baik dan tertata."
Tak berhenti di situ, Muzani juga punya harapan lain. Ia ingin Syekh Muhammad al-Khudori bisa datang langsung ke Indonesia suatu saat nanti. Di sisi lain, ia juga mengusulkan penambahan kajian Islam berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, yang saat ini jumlahnya hanya satu.
Kajian yang ada sekarang biasanya digelar usai Salat Maghrib hingga sebelum Isya, bertempat di sekitar pintu 19.
"Hanya saja, menurut beliau, penambahannya butuh persiapan dan standarisasi dulu. Jadi, waktunya kapan, masih dibicarakan lebih lanjut," tutur Muzani.
Di akhir pembicaraan, ada pujian yang disampaikan Syekh al-Khudori terkait kedisiplinan jemaah haji dan umroh asal Indonesia.
Menurutnya, jemaah Indonesia sangat tertib dan patuh pada aturan yang berlaku di Arab Saudi, khususnya di Kota Madinah Al-Munawwarah.
"Beliau sangat mengapresiasi sikap mereka," sambung Muzani menutup percakapan.
Artikel Terkait
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama
Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem