Dapur MBG Dapat Bantuan, JTTC Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga

- Rabu, 14 Januari 2026 | 10:50 WIB
Dapur MBG Dapat Bantuan, JTTC Siapkan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga

Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah memang ambisius. Tapi, bicara soal eksekusi di lapangan, tantangannya nyata. Salah satu yang krusial adalah soal kualitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka butuh SDM yang benar-benar paham, bukan cuma bisa masak, tapi juga soal keamanan pangan dan regulasi yang berlaku.

Nah, di tengah kebutuhan itu, muncul Jogja Tourism Training Center (JTTC). Lembaga pelatihan yang biasanya dikenal urus pariwisata dan tata boga ini, kini meluaskan perannya. Mereka menawarkan diri jadi mitra buat pengelola SPPG di berbagai daerah. Tujuannya jelas: bikin dapur-dapur MBG itu berjalan lebih profesional dan aman.

Dapur MBG Bukan Cuma Urusan Kompor dan Wajan

Implementasi MBG itu kompleks. Ini bukan sekadar bagi-bagi nasi bungkus. Ada standar gizi yang harus dipenuhi, keamanan pangan yang wajib dijaga, plus kebersihan dapur yang harus super ketat. Sayangnya, di lapangan, banyak pengelola SPPG yang kewalahan. Mulai dari SOP yang belum ada, pemahaman keamanan pangan yang minim, sampai urusan sertifikasi tenaga kerja yang seringkali terabaikan.

Di sinilah JTTC berusaha masuk. Mereka menawarkan serangkaian pelatihan yang dirancang khusus untuk menjawab persoalan-persoalan riil itu. Pelatihannya nggak cuma teori di kelas, tapi lebih aplikatif, langsung menukik ke kebutuhan harian pengelola dapur.

Ragam Pelatihan yang Ditawarkan

JTTC menyiapkan beberapa program kunci. Yang paling banyak diminati tentu saja pelatihan keamanan pangan dan higiene-sanitasi dapur. Di sini, peserta diajari hal-hal mendasar seperti mencegah kontaminasi silang, mengendalikan suhu makanan, sampai prinsip-prinsip Good Handling Practices.

“Materinya disampaikan oleh trainer yang sudah biasa menangani dapur skala besar, jadi paham betul tantangannya seperti apa,” jelas salah satu perwakilan JTTC.

Selain itu, ada juga pelatihan manajerial. Ini penting buat yang ngatur operasional. Mulai dari mengelola SDM dapur, bikin SOP, sampai menyiapkan administrasi untuk audit dari pemda. Pendekatan JTTC terlihat ingin menyelesaikan masalah dari hulu ke hilir.

Urusan Sertifikasi, Juga Dijembatani

Satu hal yang sering jadi kendala besar adalah sertifikasi kompetensi untuk juru masaknya. Sertifikasi ini penting, lho. Selain sebagai bukti kemampuan yang diakui negara, ini juga jadi salah satu kewajiban regulasi.

JTTC mengaku sudah menjalin kemitraan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia. Mereka siap memfasilitasi proses Sertifikasi Juru Masak SPPG ber-skema BNSP. Prosesnya lengkap, mulai dari pembekalan, persiapan, sampai uji kompetensi yang mencakup praktik langsung di dapur.

Dengan sertifikasi resmi ini, kredibilitas sebuah dapur SPPG bisa meningkat. Kepercayaan dari pemerintah daerah dan masyarakat pun diharapkan akan ikut terbangun.

Tak Lupa, Pendampingan Sertifikasi Halal

Mengingat sasaran program MBG sangat beragam, jaminan kehalalan makanan adalah keharusan. Persoalan ini kerap membuat pengelola dapur pusing. JTTC kemudian juga menawarkan pendampingan untuk sertifikasi halal.

Mereka membantu mitra SPPG dalam memenuhi persyaratan, menata ulang proses produksi, dan mempersiapkan diri untuk audit halal. Ini nilai tambah yang signifikan, karena selain menaikkan kepercayaan publik, juga memastikan dapur beroperasi dengan prinsip yang lebih komprehensif.

Komitmen dan Kolaborasi Ke Depan

JTTC menekankan, dukungan mereka tidak berhenti pada pelatihan satu atau dua hari. Mereka mengusung pendekatan terpadu: pelatihan, sertifikasi, plus pendampingan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing dapur mitra.

“Kami melihat Program MBG ini sebagai peluang strategis untuk ikut meningkatkan kualitas pelayanan pangan di Indonesia,” ujar perwakilan JTTC.

Mereka pun membuka diri untuk berkolaborasi dengan lebih banyak pihak; pemda, yayasan, koperasi, hingga UMKM yang terlibat dalam pengelolaan SPPG. Harapannya, dengan kolaborasi ini, ekosistem pangan bergizi yang aman dan berkelanjutan bisa terwujud lebih cepat.

Sebagai informasi, JTTC sendiri adalah lembaga pelatihan dan sertifikasi yang berakar di bidang pariwisata dan tata boga. Dengan jaringan trainer dan mitra sertifikasi yang mumpuni, mereka berkomitmen untuk terus berinovasi mendukung program-program strategis nasional, termasuk MBG ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar