JAKARTA Sebuah operasi tanggap darurat langsung diaktifkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pemicunya adalah insiden longsor yang mengguncang area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2026). Tujuannya jelas: mengamankan petugas, menangani korban, dan menstabilkan lokasi agar layanan sampah bisa kembali normal secepatnya.
Begitu laporan masuk, tim langsung dikerahkan. Asep Kuswanto, sang Kepala DLH DKI, memimpin langsung koordinasi di lapangan bersama sejumlah instansi.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat,” tegas Asep.
“Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran.”
Operasi ini melibatkan banyak pihak. Ada Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD dari DKI dan Kota Bekasi, pemadam kebakaran setempat, hingga Polsek dan Koramil Bantargebang. Mereka semua bergerak serentak.
Sayangnya, korban jiwa tak terhindarkan. DLH menyampaikan duka mendalam. Data sementara mencatat empat orang meninggal: Sumini (60), pemilik warung; Dedi Sutrisno, sopir truk dari Sudin LH Jakarta Pusat; Endah Widayanti (25), seorang pemulung; dan Irwan Suprihatin, juga sopir truk.
Selain itu, ada satu korban luka ringan, Slamet, sopir truk dari Jakarta Selatan. Ia sudah dievakuasi dan mendapat perawatan, kini telah diizinkan pulang.
Di lokasi, proses evakuasi masih berlangsung. Dari tujuh truk yang tertimbun, lima unit sudah berhasil dikeluarkan. Dua unit lainnya, milik Sudin LH Jakarta Utara dan yang dikemudikan almarhum Irwan, masih dalam proses. Tim gabungan terus bekerja tanpa henti.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Ambisi Sassuolo: Klub Ini Dibangun untuk Bisnis, Bukan Trofi
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama