Dia tak menampik bahwa opsi paling aman adalah menunda pemberangkatan sama sekali. Tapi dia juga paham, keputusan seperti itu pasti berat secara psikologis bagi calon jemaah yang sudah menanti.
"Kalau dari sisi paling aman, tidak memberangkatkan haji karena eskalasinya tidak bisa diprediksi. Tetapi itu dari sisi psikologis beragama, itu mungkin agak berat."
Lalu apa solusinya? Marwan menawarkan ide, misalnya dengan membuka rute penerbangan alternatif. Rute yang aman, meski mungkin lebih panjang.
"Tidak mungkin juga jemaah berlama-lama. Harus ada alternatif, umpamanya mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika?" ucapnya.
Koordinasi yang solid dinilai kunci. Pemerintah diminta duduk bersama dengan semua pemangku kepentingan: maskapai, penyedia akomodasi, hingga penyelenggara layanan di tanah suci. Tujuannya satu: memastikan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan hak-hak mereka yang sudah membayar.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan Tak Ada Skrining Pendatang Pasca-Lebaran 2026
Menteri Kehutanan Sebut Percepatan Perhutanan Sosial di Lombok Arahan Langsung Presiden
Gedung Putih Gamifikasi Perang Iran Lewat Video Mirip Trailer Gim
Badan Gizi Nasional Tutup Sementara 492 Dapur MBG di Sumatra karena Tak Miliki Izin Higiene