Di Masjid Baitul Faizin, Cibinong, suasana malam Ramadan terasa berbeda. Polres Bogor baru saja menyerahkan ribuan kitab suci Al-Quran untuk wakaf. Acara ini sengaja digelar bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran, memberi makna lebih dalam.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, tampak hadir langsung. Dalam sambutannya, Sabtu (7/2/2026) lalu, ia menjelaskan asal-usul mushaf tersebut.
"Alhamdulillah, malam ini kami dari jajaran Polres Bogor dapat menyerahkan 2.000 Al-Quran hasil wakaf dari seluruh anggota," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Ini bukan sekadar simbol. Ini wujud nyata kecintaan kami terhadap Al-Quran sekaligus bentuk kepedulian kepada umat, terutama di bulan suci Ramadan seperti sekarang."
Menurutnya, semua kitab itu terkumpul berkat iuran dan sumbangan sukarela dari personel kepolisian di lingkungan Polres Bogor. Proses penyerahannya dilakukan langsung kepada perwakilan masyarakat setempat.
"Ya, semoga mushaf ini terus dibaca dan diamalkan isinya. Dengan begitu, bisa menjadi amal jariyah bagi kami semua," harap Wikha.
Kegiatan ini tak berlangsung sendiri. Ia diselenggarakan bersamaan dengan tablig akbar yang menghadirkan sejumlah tokoh agama. Kehadiran mereka jelas menambah khidmat acara.
"Kami sungguh bersyukur," sebut Kapolres lagi, "bisa berpartisipasi dan berbagi di tengah majelis ilmu yang luar biasa ini."
Di sisi lain, harapan ke depan juga disampaikan. Wikha berharap kolaborasi antara pihak kepolisian, tokoh agama, dan warga bisa makin erat. Tujuannya jelas: menciptakan keamanan dan ketertiban yang nyaman untuk semua.
"Sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat Kabupaten Bogor harus terus kita jalin. Kalau itu kuat, situasi kamtibmas yang sejuk dan damai bukan impian lagi," pungkasnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Kronologi Perusakan Kaca Mobil oleh Dua Sopir Angkot di Kampung Rambutan Dipicu Lawan Arah
Penjaga Kafe di Bandar Lampung Ditangkap, Jadi Anggota Komplotan Pencuri Kabel PLN
Mei 2026 Penuh Tanggal Merah dan Peringatan, Pemerintah Tetapkan Empat Hari Libur Nasional
Puan Maharani Soroti Maraknya Kecurangan UTBK 2026, Desak Evaluasi Sistem Pengawasan