Jakarta Tiba di Madinah, para calon jemaah haji Indonesia langsung mendapat pesan penting. Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengimbau mereka untuk menjaga kesehatan dan mematuhi semua aturan yang berlaku di Arab Saudi. Soalnya, perjalanan ibadah masih panjang.
Pernyataan itu disampaikan Yusron setelah ia menyambut kedatangan jemaah kloter pertama dari Yogyakarta di Bandara Madinah, Rabu kemarin. Suasana haru dan bahagia terlihat campur aduk di bandara.
“Alhamdulillah, jamaah mendarat dan langsung menuju hotel yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi, tepatnya di kawasan Taiba Front. Tinggal menyeberang langsung ke masjid,” ujar Yusron, Kamis, 23 April 2026, seperti dikutip dari Antara.
Dia mengaku, selama tiga tahun terlibat dalam penyelenggaraan haji, baru kali ini melihat jemaah Indonesia dapat penginapan yang sedekat itu dengan Masjid Nabawi. Sebuah kemajuan, katanya.
Namun begitu, ia juga menyoroti banyaknya jemaah lanjut usia dalam kloter ini. Makanya, Yusron menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik. Rangkaian ibadah haji masih panjang, dan cuaca di sana tidak bisa dianggap enteng.
“Jangan memaksakan diri beribadah jika kondisi tubuh tidak fit. Puncak haji masih lebih dari satu bulan ke depan. Kita berharap jamaah tetap sehat saat memasuki fase puncak,” pesannya.
Ia pun mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan, minum air yang cukup, dan kalau perlu mengonsumsi vitamin. Semua itu demi stamina tetap terjaga selama di Tanah Suci.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah sudah memastikan layanan kesehatan siap sedia. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sistem rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi, semuanya buka 24 jam selama musim haji.
“KKHI dua puluh empat jam tiap hari, ya,” tegas Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti.
Ia bilang, langkah ini penting untuk menjaga kondisi jemaah, terutama dengan potensi cuaca ekstrem yang bisa menguras tenaga. Tenaga medis, kata dia, selalu siaga menangani keluhan apa pun.
KKHI Madinah sendiri didukung tim lengkap: dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, teknisi laboratorium, radiografer, sampai ahli sanitasi. Fasilitasnya juga lumayan ambulans, ruang perawatan dengan tempat tidur, alat radiologi rontgen, USG, dan apotek. Semua untuk pelayanan yang menyeluruh.
Artikel Terkait
Bareskrim Tangkap Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin di Sumbawa
Menteri Olahraga Italia Tolak Keras Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Buronan Interpol Asal AS Dideportasi dari Indonesia Setelah Terdeteksi Sistem Autogate Imigrasi
Perjuangan Orang Tua Antar Anak Ikut UTBK, Pedagang Mi Ayam Tempuh Perjalanan Jauh Demi Pendidikan