Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:30 WIB
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS

"Beberapa kapal tanker masih berlayar melalui selat tersebut, dengan sejumlah pelayaran mematikan AIS (sistem identifikasi otomatis)," jelas Matt Wright, seorang analis di Kpler.

Praktik 'siluman' seperti ini memang terjadi. Ambil contoh kapal tanker Kavomaleas. Sinyalnya terpantau di timur selat tanggal 3 Maret, lalu hilang. Baru muncul lagi setelah 14 jam kemudian, saat kapal itu sudah berada di seberang Selat Hormuz.

Kasus serupa terlihat pada sebuah kapal kontainer asal Panama sepanjang 130 meter. Kapal ini berangkat dari Pakistan hari Senin, terpantau mendekati Selat Hormuz Rabu malam, dan kini sudah berada di dalam Teluk Persia sejak Kamis pagi. Rute dan waktunya menunjukkan ia pasti melintasi zona berbahaya itu dengan cara tertentu.

Di sisi lain, ada juga yang memutuskan untuk pergi. Kapal Pushpak, pengangkut produk minyak bumi, meninggalkan Teluk Persia pada Kamis malam. Ia berangkat dari pelabuhan Irak awal pekan ini, memutuskan untuk keluar dari kawasan yang makin mencekam.

Suasana di Selat Hormuz kini bagai dua dunia: lengang di permukaan, tapi tegang di bawahnya. Setiap kapal yang melintas mengambil risiko, sementara yang lain memilih menunggu. Dampaknya? Masih harus kita lihat, tapi gelombangnya sudah mulai terasa.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar