Sudah empat tahun berlalu sejak invasi Rusia dimulai, dan luka Ukraina masih sangat dalam. Sebuah laporan terbaru dari Bank Dunia mengungkap angka yang mencengangkan: negara itu membutuhkan dana sekitar 588 miliar dolar AS untuk membangun kembali apa yang telah hancur. Kalau dirupiahkan, angkanya fantastis, nyaris menyentuh Rp9.900 triliun.
Angka itu bukan main-main. Menurut laporan yang dirilis itu, kebutuhan dana untuk pemulihan dan rekonstruksi selama sepuluh tahun ke depan terus membengkak. "Kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi terus meningkat dan sekarang diperkirakan mencapai USD587,7 miliar selama 10 tahun ke depan," begitu bunyi laporan tersebut. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari total PDB Ukraina sendiri, sebuah gambaran betapa beratnya beban yang harus ditanggung.
Di sisi lain, laporan lain dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah lembaga think tank, mencoba menghitung korban jiwa yang lebih suram. Mereka memperkirakan sekitar 140.000 tentara Ukraina telah gugur dalam empat tahun konflik ini.
Artikel Terkait
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS
Melly Goeslaw Kirim Doa untuk Vidi Aldiano, Almarhum Berpulang Setelah Lama Lawan Kanker
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal