Sementara untuk pihak Rusia, perkiraan korban tewas antara Februari 2022 dan Desember 2025 mencapai 325.000 tentara. Angka-angka ini, tentu saja, sulit dikonfirmasi secara independen dan sering menjadi bahan perdebatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri pernah menyebut angka yang berbeda. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa 55.000 prajuritnya telah tewas, dengan banyak lagi yang masih hilang.
Namun begitu, di balik semua statistik dan angka miliaran dolar, yang tersisa adalah sebuah bangsa yang harus bangkit dari puing-puing. Perang mungkin masih berlangsung, tapi bayangan tentang rekonstruksi yang membutuhkan biaya luar biasa besar sudah jelas terpampang. Jalan menuju pemulihan masih sangat panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tutup Sementara 492 Dapur MBG di Sumatra karena Tak Miliki Izin Higiene
Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026 Antisipasi Ketegangan Timur Tengah
Jasindo Gelar Layanan Kesehatan dan Santunan untuk Jemaah Istiqlal di Ramadan
Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok Drastis Imbas Konflik Iran-AS