Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:40 WIB
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak

“Yang jelas MBG bagus, tapi kita akan cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu,” tambahnya.

Selain efisiensi di MBG, pemerintah juga punya opsi lain. Misalnya, menggeser jadwal pelaksanaan proyek infrastruktur. Beberapa pekerjaan di Kementerian PUPR, seperti pembangunan jembatan atau sekolah, bisa saja dialihkan ke tahun anggaran depan untuk meredam tekanan fiskal tahun ini.

Lalu, bagaimana dengan harga BBM subsidi? Soal yang selalu sensitif ini pun tak luput dari pembahasan. Menkeu dengan jelas menyebut kenaikan harga sebagai "last resort" atau pilihan terakhir. Opsi ini hanya akan diambil jika keadaan benar-benar ekstrem.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain yang kita share dengan masyarakat sebagian,” katanya.

Dia memberi contoh, jika harga minyak dunia tiba-tiba melonjak gila-gilaan ke level USD 185 per barel, barulah opsi itu mungkin dipertimbangkan. Untuk saat ini, fokusnya tetap pada langkah-langkah penghematan dan efisiensi anggaran di dalam pemerintahan.

Anggaran MBG yang membengkak dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi Rp335 triliun di tahun ini jelas menjadi beban baru. Dalam situasi harga minyak yang tidak menentu, setiap rupiah harus dihitung dengan cermat. Pemerintah, lewat penjelasan Purbaya, berusaha mencari jalan tengah: menjaga program prioritas sekaligus menahan laju defisit. Sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar